
oleh Abdul Hamid Wahid pada 20 Desember 2011 pukul 20:26
Di (Pesawat) dalam Perjalanan Medan-Jakarta
20-12-2011 ; 19:01
I
Gemeretak jari menjerit nadi merindu..
Oleh nada-nada yg tak kupahami..
Wajahmu begitu syahdu dalam bayangku
Sesuatu yg selalu aku takut berdiri di depan kenyataannya..
Apakah aku akan selalu bertanya untuk ini semua..
Tolong Tuhan, bantu aku menjawabnya dengan sefasih kenyataan..
Yang bahkan jauh melebihi kesaktian kata-kata sastra
II
Wajah-Mu kah itu yang tampak menggoda..
Tak tahu sesiapa pada sepi merana
Yang kupahami hanya desir..
Yang kumengerti hanya desau rindu
PadaMu yang Wajahnya hanya tampak di mata Hati Beku..
III
Apakah aku selalu bertanya dengan tangis birahi seperti ini, setiap menyebut Nama-Mu
Kenapa Jawabannya bukan kata, bukan rasa..
Tapi Nama.. Yang berputar dengan cepat,
Anginnya saja.. Menggelitik.. Dan menggoda..
Tak tahu apa..
Aku Merindu Mu- Dzat yang syahdu untuk dituju Rindu.
Al Fatihah... Khusnul Khatimah... Amin..
(Allah.. Aku sembahyang dengan rindu membara.. Mengharap engkau senantiasa tampak tersenyum seperti ini di savana hati dan jiwaku)
... Lalu aku tertidur dalam isak, menangisi setiap keindahan ini ....


